22 January 2026
•
Kegiatan
•
47 views
SMK Swasta Pembda Nias Unjuk Gigi di Ajang Internasional IR Robothon Asia 2025 Jakarta
JAKARTA, 23 November 2025 - SMK Swasta Pembda Nias kembali menorehkan langkah membanggakan di kancah nasional dan internasional. Sebanyak empat siswa berprestasi dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ - Axioo Class Program) serta Teknik Elektronika resmi mewakili sekolah dalam ajang kompetisi robotika bergengsi, International Robotics (IR) Robothon Asia 2025 yang diselenggarakan di Jakarta.
Keikutsertaan ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan sebuah bukti nyata dan manifestasi bahwa SMK Swasta Pembda Nias telah mengintegrasikan teknologi masa depan, khususnya Internet of Things (IoT), ke dalam kurikulum pembelajarannya.
Membawa Semangat IoT dari Nias ke Ibukota
Dalam kompetisi ini, para siswa ditantang untuk merancang, membangun, dan memprogram robot yang mampu menyelesaikan berbagai misi kompleks. Penggunaan teknologi IoT menjadi poin sentral, di mana siswa menunjukkan kemahiran mereka dalam menghubungkan perangkat keras dengan sistem kontrol berbasis data.
"Kehadiran kami di sini adalah bentuk pembuktian bahwa siswa-siswi dari Nias mampu bersaing di bidang teknologi robotika. Ini adalah hasil dari proses belajar mendalam mengenai IoT yang selama ini kami terapkan di kelas, terutama melalui dukungan Axioo Class Program di jurusan TKJ dan keahlian teknis di jurusan Elektronika," ujar [Nama Anda/Pendamping], selaku guru pembimbing.
Sinergi Jurusan TKJ dan Elektronika
Kolaborasi antara empat siswa dari dua jurusan berbeda ini menciptakan tim yang solid:
Jurusan TKJ (Axioo Class Program): Berfokus pada logika pemrograman, konfigurasi jaringan, dan integrasi sistem IoT.
Jurusan Teknik Elektronika: Berfokus pada perakitan sensor, aktuator, dan desain mekanik robot.
Membangun Masa Depan Digital
Partisipasi dalam IR Robothon Asia 2025 diharapkan dapat memotivasi seluruh siswa SMK Swasta Pembda Nias untuk terus berinovasi. Dengan penguasaan IoT, para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi penonton di era industri 4.0, tetapi menjadi kreator dan solusi bagi kebutuhan teknologi di masyarakat.